Canon EOS 5D Mark II, Juga Bisa Rekam Video

Jumat, 26 September 2008 | 11:54 WIB

JAKARTA, JUMAT – Perkembangan kamera DSLR (digital SLR) makin seru. Para pemain kamera berlomba-lomba memunculkan produk barunya. Canon pun tak ketinggalan. Produk barunya adalah EOS 5D Mark II.

Entah mengapa, belakangan ini kamera DSLR pun menawarkan kemampuan untuk merekam video. Tidak terkecuali Canon EOS 5D Mark II ini.

EOS 5D Mark II menjadi kamera DSLR pertama Canon yang mendukung video capture full HD 1920x1080. Begitu dipicu dari moda Live View, pengguna kamera tetap memotret adegan satu per satu atau secara kontinu sambil merekam video HD tanpa interupsi pada resolusi penuh 1080 sampai 30fps, .

Kompak, ringan dengan pelindung terhadap kondisi lingkungan, penerus EOS 5D ini juga punya rancangan baru sensor CMOS dengan sensitivitas ISO yang mencapai 25.600 dalam kondisi nyaris gelap. Kombinasi prosesor image DIGIC 4 khas Canon dan sensor CMOS disebutkan menyebabkan kamera full-frame dengan resolusi 21,1 megapixel ini bisa mengantarkan image pada kecepatan 3,9fps (frame per detik) sampai 310 image.

Yang juga baru adalah LCD 3” dengan resolusi VGA. Tersedia sebuah tombol Live View untuk menampilkan image real-time pada LCD tersebut.

Menurut Monica Aryasetiawan (Senior Marketing Manager, PT Datascrip), Canon EOS 5D Mark II baru akan tersedia dalam beberapa bulan mendatang.

Laskar pelangi

Laskar PelangiIni kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong,Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyarisrubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutupkarena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.

Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-
satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah
murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah
pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu
mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. »Mohon
agar anak saya bisa diterima. Sebab Sekolah Luar Biasa hanya ada di
Bangka,» mohon sang ibu. Semua gembira. Harun, nama anak itu,
menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau
sepanjang beroperasi muridnya cuma sebelas.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu diangkat dalam
novel dengan judul 'Laskar Pelangi' oleh Andrea Hirata, salah satu
dari sepuluh anak itu. Di buku tersebut Andrea mengangkat cerita
bagaimana semangat anak-anak kampung miskin itu belajar dalam segala
keterbatasan. Mereka bersekolah tanpa alas kaki, baju tanpa kancing,
atap sekolah yang bocor jika hujan, dan papan tulis yang berlubang
hingga terpaksa ditambal dengan poster Rhoma Irama.

Kisah yang tadinya bukan untuk diterbitkan itu ternyata mampu
menginspirasi banyak orang. Seorang ibu di Bandung, misalnya,
mengirim surat ke Kick Andy. Isinya minta agar kisah tersebut
diangkat di Kick Andy karena anaknya yang membaca buku Laskar Pelangi
kini bertobat dan keluar dari jerat narkoba. »Setiap malam saya
mendengar suara tangis dari kamar Niko anak saya. Setelah saya intip,
dia sedang membaca sebuah novel. Setelah itu, Niko berubah. Dia jadi
semangat untuk ikut rehabilitasi. Kini Niko berhasil berhenti sebagai
pecandu narkoba setelah membaca buku Laskar Pelangi,» ungkap
Windarti Kosasih, sang ibu.

Sementara Sisca yang hadir di Kick Andy mengaku setelah membaca novel
itu, terdorong untuk memperbaiki hubungannya dengan sang ayah yang
selama ini rusak. Begitu juga Febi, salah satu pembaca, langsung
terinspirasi untuk membantu menyumbangkan buku untuk sekolah-sekolah
miskin di beberapa tempat. »Saya kagum karena anak-anak yang
diceritakan di buku itu penuh semangat walau fasilitas di sekolah itu
jauh dari memadai,» ujar Febi yang juga datang ke Kick Andy untuk
bersaksi.

Andrea sendiri mengaku novel itu awalnya hanya merupakan catatan
kenangannya terhadap masa kecilnya di Belitong. Dia selalu teringat
sahabat-sahabatnya di masa kecil, terutama Lintang. Sebab tokoh
Lintang merupakan murid yang cerdas dan penuh semangat walau hidup
dalam kemiskinan. Setiap hari Lintang harus mengayuh sepeda tua yang
saering putus rantainya ke sekolah. Pulang pergi sejauh 80 km. Bahkan
harus melewati sungai yang banyak buayanya.

Sayang, cita-cita Lintang untuk bisa sekolah ke luar negeri, seperti
yang sering didorong oleh guru mereka, terpaksa kandas. Lintang
bahkan tak tamat SMP karena orangtuanya yang nelayan tidak mampu
membiayai. »Lintang adalah sosok yang menginspirasi saya. Karena
itu, saya bertekad meneruskan cita-cita Lintang,» ujar Andrea, yang
sekian puluh tahun kemudian berhasil mendapat beasiswa sekolah ke
Sorbonne, Prancis.

Tim Kick Andy yang mendatangi kampung tempat SD itu berdiri, di
Belitong, berhasil 'menemukan' beberapa dari tokoh anak-anak di dalam
novel tersebut. Mereka kini sudah dewasa. Namun kenangan tentang masa
kecil itu sangat kuat membekas. Terutama pada ibu guru Muslimah yang
sangat mereka cintai. »Buku Laskar Pelangi memang saya persembahkan
untuk Ibu Mus yang sangat tabah dan pantang menyerah dalam mendidik
kami,» ujar Andrea.

Maka sungguh menarik menyaksikan bagaimana Kick Andy mempertemukan
Andrea dengan Ibu Guru Muslimah di studio Metro TV. Apalagi ketika Bu
Mus membawa barang-barang yang mempunyai kenangan tersendiri bagi
Andrea dan teman-teman kecilnya dulu di kampung. Kenangan yang
diceritakan kembali oleh Andrea dengan jenaka. Juga termasuk darimana
Andrea mengambil nama yang dipakainya hingga sekarang ini.

Sungguh sebuah novel — yang diangkat dari kisah nyata — yang sangat
menggugah. Novel yang membuat siapa pun yang membaca akan merasa
bersalah dan berdosa jika tidak mensyukuri hidup. Itu pula sebabnya
sutradara Riri Reza dan Produser Mira Lesmana tertarik untuk
mengangkat kisah ini ke layar film.

Tayang MetroTV Kamis, 04 Oktober 2007 22.05 WIB dan Minggu pukul
15.05 WIB

Lapisan Es di Kutub Utara Dalam Kondisi Terendah Pada 2008

Washington (ANTARA News) - Lapisan es di laut Kutub Utara tampaknya telah mencapai tingkat paling rendahnya sepanjang tahun dan tingkat paling rendah kedua yang tercatat sejak kelahiran era satelit, demikian menurut pengamatan dari U.S. National Snow and Ice Data Center.

Meskipun berada sedikit di atas catatan rendah minimum yang ditetapkan pada 16 September 2007, musim tahun ini memperkuat kecenderungan negatif kuat pada lapisan es laut selama musim panas yang diamati selama 30 tahun terakhir, demikian antara lain isi laporan yang disiarkan Selasa.

Sebelum tahun lalu, catatan rendah sebelumnya untuk September ditetapkan pada 2005. Pusat data tersebut akan mengeluarkan alanisi mengenai kemungkinan penyebab di balik kondisi es laut Kutub Utara tahun ini selama pekan pertama Oktober.

Pada Maret, ketika Kutub Utara mencapai lapisan es laut maksimumnya selama mudim dingin, beberapa ilmuwan dari NASA dan pusat data pendukung NASA melaporkan lapisan es yang lebih tua dan tebal terus menyusut.

Menurut data microwave satelit yang diproses NASA, es abadi itu yang dulu menutupi 50-60 persen Kutub Utara musim dingin saat ini hanya menutupi kurang dari 30 persen. Es laut abadi adalah lapisan es yang berusia panjang yang tetap ada bahkan ketika es laut musiman yang berusia pendek mencair hingga batas minimum selama musim panas.

Para ilmuwan NASA telah mengamati lapisan es Kutub Utara sejak 1979. NASA mengembangkan kemampuan untuk mengamati lapisan itu dan konsentrasi es laut dari udara selama sensor microwave pasif.

Es tersebut menyusut hingga batas minimumnya pada 12 September 2008, ketika es itu menutupi wilayah seluasa 4,52 juta kilometer persegi, dan kini tampaknya berkembang, saat Kutub Utara mulai memasuki musim dingin, kata National Snow and Ice Data Center.

Satu terusan di Northwest Passage --jalur laut yang telah lama diinginkan antara Eropa dan Asia -- terbuka pada 2007 dan 2008. Pada tahun ini juga terjadi pembukaan Northern Sea Route, yang melewati Samudra Kutub Utara di sepanjang pantai Siberia.

Ice Center tersebut bulan lalu menyatakan terjadi pencairan es mendasar di Laut Chukchi di lepas pantai Alaska, Eastern Siberian Sea, di lepas pantai Rusia timur, salah satu habitat populasi terbesar beruang kutub di dunia.

Karena beruang kutub menggunakan gumpalan es terapung sebagai landasan untuk berburu anjing laut, mereka terpaksa berenang menempuh jarak yang lebih jauh ketika es mencair, sehingga sangat mungkin mereka akan kelelahan dan mati tenggelam.

Es kutub merupakan satu faktor dalam pola cuaca dan iklim global. Perbedaan antara udara dingin di kutub dan udara hangat di sekitar Khatulistiwa mengirim udara dan arus hangat, termasuk arus pekat, kata Meier, seperti dilaporkan Xinhua dan Reuters.

Es laut membantu menahan udara dingin di sekitar Kutub Utara karena warna putihnya memantulkan sinar matahari.

Ketika es laut menghilang, air gelap yang baru terbuka menyerap lebih banyak sinar matahari, sehingga mempercepat dampak pemanasan. (*)